Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak.

 

Dikatakan Ibarat Anak Tiri, Anggaran Dispora Fakfak Masih Tertinggi

04 May 2018 , 1

Fakfak_ Pada Rapat Koordinasi Teknis yang diselenggarakan Bidang Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat, menyeruak anggapan, bidang pemuda dan olahraga ibarat anak tiri di induk SKPD di kabupaten/kota se-Papua Barat. Pasalnya, Perencanaan dan Penganggaran bidang ini, setiap tahun dipangkas. Tak jarang, para pegawai di bidang ini harus bersitegang dengan pimpinan dan rekan mereka di bagian program.

Data 4 kabupaten yang berhasil dihimpun saat penyelenggaraan Rakornis Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat di Fakfak, 30 Maret – 1 April 2016 lalu, menunjukan kecilnya dana yang dianggarkan.

Kabupaten Fakfak, merupakan daerah dengan dana untuk bidang pemuda dan olahraga yang paling besar, dibanding Kabupaten Sorong, Kaimana dan Tambrauw.

Kabupaten Fakfak dengan anggaran 3 milyar, dialokasikan untuk program PPLD, kompetisi (LPI dan 5 cabang olahraga), sertifikasi pelatih, Paskibraka dan Pendidikan Luar Sekolah. Kabupaten Sorong dengan anggaran terbesar kedua sebesar 700 juta, mengkhususkan pada kegiatan Paskibraka. Sedangkan Kabupaten Kaimana dan Tambrauw, memberikan anggaran sebesar 500 juta.

Hermanto Hubrouw, Kepala Bidang Pemuda Olahraga dan Pendidikan Luar Sekolah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Fakfak, menjelaskan, setelah bertahun-tahun alokasi anggaran untuk bidang ini dibawah angka 1 milyar rupiah, di tahun 2016 ini, kerja kerasnya berhasil meyakinkan pejabat atasannya, sehingga memperoleh anggaran kurang lebih Rp 3 milyar rupiah.

“Saya harus dengan cara ngotot, barulah bisa dipenuhi anggaran untuk program-program yang kami usulkan,” jelas Hubrouw.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Dr. Drs. Yoseph Salosa, M.Si, menyampaikan hanya memperoleh Rp 700 juta untuk satu program yang disetujui, yaitu Pembiayaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 17 Agustus. Sedangkan program lain tidak dianggarankan.

Sedangkan di Kabupaten Kaimana, terdapat sejumlah Rp 500 juta untuk membiayai empat program di Bidang Pemuda dan Olahraga, yaitu Pentas Seni Tradisional, Hari Pendidikan Nasional, Hari Olahraga Nasional dan Dana Pengirimana Paskibra ke luar daerah. Sedangkan Pembiayaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 17 Agustus 2016 di Kaimana sendiri, ditangani langsung oleh Sekretariat Daerah, sehingga anggarannya tidak dimasukan dalam DPA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana.

Senasib dengan Kabupaten Kaimana, di Kabupaten Tambrauw pun, Bidang Pemuda dan Olahraga hanya memperoleh 500 juta rupiah untuk Tahun Anggaran 2016. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tambrauw, Paiman, S.Pd, menjelaskan separuh anggaran ini, Rp 250 juta, digunakan untuk membiayai Liga Pendidikan Indonesia (LPI), dan separuh lagi untuk empat program lainnya.

“Jelas saja jumlah ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Minimnya alokasi anggaran untuk Bidang Pemuda dan Olahraga berakibat banyak program yang batal diikuti oleh para pelajar khususnya. Akibatnya, bermunculan ide untuk memisahkan Bidang Pemuda dan Olahraga dari SKPD induk, sehingga menjadi SKPD tersendiri.

Tahir Muri, Kepala Seksi Kepemudaan di Bidang Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, menjelaskan sudah dua tahun ini mengusulkan pemisahan Bidang Pemuda dan Olahraga menjadi SKPD tersendiri. Usul disampaikan kepada Bupati Fakfak.

“Motivasi berprestasi hanya ada pada para pelajar kita di SLTP dan SLTA, pasca sekolah, para pemuda ini sudah berpikir bagaimana hidup mereka di masa depan, sehingga bermaksud meneruskan belajarnya ke perguruan tinggi demi kerja nanti, mereka tidak lagi mengutamakan prestasi semata-mata,” jelas Muri.

Dengan demikian, alokasi anggaran yang maksimal, hanya dapat dilakukan jika bidang Pemuda dan Olahraga menjadi SKPD sendiri.

Betwel Yekwan, Kepala Seksi Pengembangan Pemuda di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, menyampaikan akan segera menemui Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, SE.,M.Si, untuk mengusulkan pemisahan Bidang Pemuda dan Olahraga menjadi SKPD tersendiri. Sebelumnya, pada November 2015 lalu, staf lengkap Bidang Pemuda dan Olahraga pernah menemui Sekretaris Daerah Kab. Tambrauw, Engelbertus Kocu, S.Hut, untuk membahas maksud ini, sehingga Sekda Kocu menganjurkan agar berbicara langsung dengan Bupati Tambrauw.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua Barat, Istiyono, S.Sos.,S.Pd.,M.Pd, berharap, 10 Bupati di wilayah Papua Barat memperhatikan maksud baik staf mereka di Bidang Pemuda dan Olahraga.

“Pemuda dan Olahraga memiliki kementerian sendiri di tingkat nasional, sehingga di daerah dapat membentuk SKPD sendiri pula,” jelas Istiyono. Menurut Istiyono, dengan membentuk SKPD sendiri, banyak potensi pemuda, khususnya pelajar SLTP dan SLTA, dapat berprestasi maksimal.

Namun demikian, Istiyono, menganjurkan peningkatan kemampuan pejabat di bidang Pemuda dan Olahraga untuk melobby pejabat atasannya dalam rangka meloloskan usulan program dan anggaran yang dirancang.

Terdapat tiga daerah yang telah memiliki SKPD sendiri untuk bidang Pemuda dan Olahraga, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Raja Ampat. Sedang di 10 Kabupaten lainnya, Bidang Pemuda dan Olahraga masih ditempatkan dibawah Dinas Pendidikan atau Dinas Pariwisata. Sebagai contoh, di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw, nomenkaltur SKPD bernama Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, atau di Fakfak, disebut Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. (wah)


Bagikan :



Kegiatan

Dinas Pendidikan dan Olah raga Laksanakan Sosialisasi Tentang Dana Bos

Papua Barat, Cakrabhayangkara News - Kegiatan terkait sosialisasi dana Bos yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan khususnya dibidang pembinaan sekolah

09 April 2018
 

Pelantikan Pengurus KONI Kabupaten Fakfak Periode 2018-2022

Pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Fakfak dilaksanakan untuk memberikan legalitas dan keabsahan hukum bagi kepengurusan KONI Kabupaten Fakfak

09 April 2018
 

Sosialisasi Beasiswa Nusantara 2015 UBL di Kab. Fakfak Papua Barat

Beasiswa Nusantara tahun2014 yang telah memberikan beasiswa kuliah S1 dan S2

09 April 2018
 

Artikel

Kabarnya Tahun Depan, Anak Sekolah Bakal Punya Dua Rapor

Rapor pertama untuk nilai akademik, rapor kedua buat nilai perkembangan karakter. Yuk siap-siap perbaiki moral, kalau nggak mau tinggal kelas.

09 April 2018
 

Susahnya Jadi Guru Honorer. Kerja Keras Terus Dilakukan Meski Upah Tak Berimbang

Meskipun belum dapat sertifikasi, terpujilah engkau wahai ibu bapak guru

09 April 2018
 

Tak Lagi Penting di Mana Kamu Lahir Jika Malah 7 Bule Ini yang Lebih Banyak Berjasa untuk Indonesia

Kamu yang pemuda cetakan Indonesia tulen udah berbuat apa aja?

09 April 2018
 

Berita

Rumah Pintar

22 June 2019

Rumah Belajar Kemdikbud

21 May 2019

Persiapan Liga Sepak Bola Pelajar U-16 dan U-14 Kabupaten Fakfak Tahun 2019.

15 March 2019

Pengumuman

Seleksi Bersama Penerimaan Kepala Dan Guru Sekolah Indonesia Di Luar Negeri Tahun Anggaran 2018

09 April 2018

Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar

09 April 2018

Rekomendasi Hasil Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018

09 April 2018

Link Terkait

Prakiraan Cuaca

FAKFAK REGENCY WEATHER
  • Beranda
  • Berita
  • Galeri
  • Kegiatan

Alamat

JL. Cenderawasih, Kelurahan Fak Fak Utara, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. 98651 No. Telepon : 0956 22612.22613 No. Fax : 0956 22612